Ia menegaskan bahwa tantangan pendidikan tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh masing-masing perguruan tinggi. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antar-LPTK untuk berbagi pengalaman, praktik baik, inovasi pembelajaran, hingga pengembangan kurikulum yang lebih adaptif.
“Forum ini menjadi ruang yang sangat penting untuk bertukar gagasan, berbagi praktik baik, memperkuat kolaborasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan Indonesia,” ujar Imam.
Melalui forum tersebut, para pimpinan FKIP membahas berbagai isu strategis, mulai dari transformasi kurikulum pendidikan guru, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, penguatan kompetensi dosen, hingga pengembangan riset pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Konsep Society 5.0 yang menjadi tema besar forum ini menempatkan manusia sebagai pusat dari pemanfaatan teknologi. Dalam konsep tersebut, teknologi dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan menggantikannya.
Karena itu, calon guru masa depan dituntut memiliki kompetensi yang lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Selain menguasai bidang akademik, mereka juga harus mampu memanfaatkan teknologi secara efektif, memahami dinamika sosial, serta memiliki kecerdasan emosional yang kuat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
