Johni menilai bahwa penyelenggaraan konferensi skala nasional maupun internasional di NTT bukan hanya kegiatan akademik, tetapi gerbang percepatan ekonomi, karena memberikan multiplier effect bagi UMKM, hotel, transportasi, dan industri kreatif.

APHTN-HAN Beri Apresiasi pada NTT

Sekjen APHTN-HAN, Bayu Dwi Anggono, dalam laporannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Wagub Johni di konferensi tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah memberikan energi baru bagi perumusan rekomendasi konferensi yang lebih dekat dengan kebutuhan publik.

Konferensi ini sendiri diikuti oleh ratusan akademisi dari seluruh Indonesia, dengan 80 naskah terpilih dari 354 naskah yang masuk. Rangkaian acara mencakup lima panel diskusi, sesi peluncuran buku, dan seminar internasional dengan narasumber dari kementerian serta lembaga tinggi negara.

Supremasi Hukum: Jalan Panjang Menuju Loncatan NTT

Pesan Johni Asadoma dalam konferensi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya membutuhkan anggaran, tetapi juga pijakan hukum yang kuat. Supremasi hukum menurutnya adalah fondasi dari segala bentuk penguatan institusi publik, kualitas demokrasi, dan keberlanjutan investasi.