Maumere, FHNC – Ruang kerja Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, S.H., yang biasanya dipenuhi tumpukan berkas pemerintahan, pagi itu berubah menjadi forum dialog hangat, “Oras Kula Babong”.

Program “Oras Kula Babong”—dalam Bahasa Sikka berarti “waktu kita duduk bersama”—kembali digelar, mengundang warga dari berbagai desa untuk menyampaikan unek-unek tanpa perantara birokrasi.

Tak ada podium resmi; hanya meja dan kursi saling berhadapan yang memudahkan tatap muka setara antara pemimpin daerah dan masyarakatnya.oras-kula-babong-saat-warga-sikka-bisa-curhat-langsung-ke-bupati-juventus

Di antara puluhan warga yang hadir, Nona Kristina Nogo dari Desa Magepanda mencuri perhatian. Ia memaparkan sulitnya akses air bersih di kampungnya sejak musim kemarau tiba.

“Kami harus berjalan dua kilometer ke sungai. Kalau malam, anak-anak tidak sempat belajar,” keluhnya.

Bupati Juventus menanggapi cepat: “PDAM segera saya tugaskan survei lapangan pekan depan. Air adalah hak dasar, bukan kemewahan.” Respons spontan itu disambut tepuk tangan, mempertegas harapan bahwa dialog ini bukan sekadar seremoni.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.