Program tatap muka yang digelar rutin setiap Senin, Rabu, dan Jumat ini diinisiasi awal 2024, setahun setelah Juventus Kago dilantik.

Menurut Kepala Dinas Kominfo Sikka, Very Awales, “Oras Kula Babong” lahir dari evaluasi musrenbang konvensional yang dinilai terlalu formal dan kurang inklusif.

“Warga kerap enggan bicara lantang di forum besar. Dengan pola duduk melingkar di ruang kerja bupati, hierarki mencair,” ujarnya.

Selama 18 bulan berjalan, sedikitnya 1.200 aduan telah dicatat: 37 persen soal infrastruktur dasar, 24 persen kesehatan, 19 persen pendidikan, sisanya bantuan sosial dan ketenagakerjaan.

Data Kominfo menunjukkan 62 persen aduan sudah ditindaklanjuti hingga tahap pelaksanaan; sisanya masih dalam proses anggaran.

Angka tersebut, kata peneliti tata kelola publik Universitas Nusa Nipa, Dr. Maria Widyastuti, menandakan “model bottom-up budgeting mulai terinternalisasi di birokrasi Sikka.”

Keberanian membuka ruang kritik publik juga teruji. Dalam sesi Jumat (4/7), tokoh pemuda dari Kecamatan Talibura menyoroti dugaan pungutan liar pada proyek perbaikan jalan kabupaten.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.