Menjelang penutupan sesi, Bupati Juventus menegaskan komitmennya: “Dialog ini milik kita bersama. Pemerintah tanpa suara rakyat hanyalah menara gading.

Terus datang, terus bicara. Kritiklah kami supaya kami bekerja lebih benar.” Ia pun mengumumkan rencana memperluas “Oras Kula Babong” ke tingkat kecamatan mulai Agustus—memakai balai desa agar jangkauan interaksi kian luas dan biaya perjalanan warga dapat ditekan”, ungkap Bupati.

Ketika warga perlahan meninggalkan Kantor Bupati, suasana optimisme terasa. Bagi Kristina dan banyak peserta lain, keberanian berbicara kini berbanding lurus dengan peluang perubahan.

“Kalau tiap keluhan direspons begini, kami yakin Sikka bisa maju bareng,” ucapnya seraya tersenyum.

Dengan konsep sederhana—kursi melingkar, telinga terbuka, dan keputusan yang segera—“Oras Kula Babong” menegaskan pelajaran klasik: pemerintahan efektif lahir ketika pemimpin memilih duduk bersama rakyat, bukan berdiri di atas mereka.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.