Sebagai pengamat yang berdiri di wilayah netral, kita tidak sedang dalam kapasitas menghakimi siapa yang benar dan siapa yang salah.
Tugas kita adalah meletakkan seluruh potongan kronologi, alat bukti, dan perilaku sosial para aktor terkait di bawah lampu sorot yang jernih.
Di sinilah urgensi untuk membedah perkara ini bukan dengan narasi emosional, melainkan dengan pendekatan Scientific Crime Investigation (SCI).
Scientific Crime Investigation (SCI) merupakan metode penyidikan yang mengintegrasikan disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk mengungkap suatu tindak pidana secara empiris.
Pendekatan ini mengeliminasi ketergantungan absolut pada pengakuan saksi atau korban yang bersifat subjektif dan rentan berubah, dengan mengutamakan bukti fisik yang objektif seperti analisis DNA, kedokteran forensik, rekonstruksi digital, hingga pembuktian alibi kronometris (waktu).
Mengapa kasus Atambua ini wajib diuji dengan SCI? Jawabannya sederhana: karena terdapat jurang pemisah yang sangat dalam antara narasi kronologis kejadian riil dengan formalitas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang disodorkan oleh penyidik ke meja hijau.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
