Jeratan regulasi ini membawa konsekuensi ancaman pidana penjara minimal 3 tahun hingga maksimal 15 tahun.

Namun, di tengah beratnya sangkaan pasal tersebut, SCI menemukan keganjilan fundamental pertamanya melalui analisis kronometris pada Sabtu dini hari, 10 Januari 2026.

Di dalam BAP kepolisian, dicatat bahwa dugaan kekerasan seksual pertama oleh Rivel terjadi sekitar pukul 02.30 WITA, memanfaatkan celah sempit ketika PC dan Mino keluar hotel menuju tempat karaoke untuk mengurus layar monitor yang pecah.

Berdasarkan catatan waktu panggilan digital dan log aktivitas, durasi bolak-balik kepergian PC dan Mino tersebut hanya berkisar antara 12 hingga 15 menit saja.

Di sinilah “Paradoks Kamar 321” itu lahir dan menggugat nalar ilmiah kita.

Dalam teori investigasi taktis, setiap tindakan fisik yang melibatkan paksaan membutuhkan kalkulasi rasio waktu yang logis antara persiapan, eksekusi, dan konsolidasi keadaan.

Sangat sulit diterima oleh akal sehat ilmiah bagaimana seorang pemuda dalam kondisi pengaruh alkohol berat, mampu melakukan intimidasi, penaklukan fisik, pemaksaan seksual, hingga merapikan kembali seluruh TKP hanya dalam waktu maksimal 15 menit tanpa menimbulkan kegaduhan.