“Khusus untuk Nusa Tenggara Timur, alokasinya mencapai sekitar 194 ribu ton. Hingga pertengahan Juni 2026, stok pupuk bersubsidi yang tersedia di NTT masih mencapai lebih dari 15 ribu ton,” kata Zainuddin.
“Data tersebut menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga distribusi dan penyebaran informasi hingga ke tingkat petani,” sambungnya.
Menurut Zainuddin, berbagai kemudahan akses yang telah disediakan pemerintah perlu terus disosialisasikan agar semakin banyak petani dapat memanfaatkannya secara optimal. Petani yang telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) kini dapat menebus pupuk bersubsidi melalui aplikasi i-Pubers hanya dengan menggunakan KTP.
“Selain melalui kios pengecer, akses penebusan juga diperluas melalui kelompok tani, kelompok pembudidaya ikan, dan Koperasi Desa Merah Putih yang implementasinya dinantikan sebagai bagian dari upaya memperkuat distribusi sarana produksi pertanian hingga ke tingkat desa,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
