Ia menilai keberadaan Koperasi Desa Merah Putih akan memiliki peran strategis, terutama bagi wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur. Selain mendekatkan akses terhadap sarana produksi pertanian dan memberikan kepastian layanan bagi petani, koperasi juga berpotensi menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Dalam konteks pembangunan pertanian, koperasi dapat menjadi penghubung antara petani, pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha sehingga ekosistem pertanian dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pupuk bukan satu-satunya tantangan yang harus dijawab. Di banyak wilayah NTT, persoalan air masih menjadi hambatan utama yang memengaruhi produktivitas pertanian. Karena itu, berbagai upaya untuk memperluas akses air perlu terus diperkuat, termasuk melalui kolaborasi lintas sektor.

“Salah satu contoh yang ia soroti adalah program TNI Manunggal Air yang membantu menghadirkan sumber air bagi masyarakat di berbagai daerah yang mengalami kesulitan air bersih,” ucap Zainuddin.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.