Serena percaya, gereja dan pemerintah memiliki tanggung jawab moral yang sama dalam membentuk karakter generasi muda. Gereja, katanya, membangun spiritualitas dan nilai kasih, sementara pemerintah menyediakan ruang aktualisasi dan dukungan konkret melalui kebijakan.
“Kita butuh generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Gereja dan pemerintah harus bergandengan tangan membentuk pemuda seperti itu,” tutur Serena.
Ia menyinggung beberapa program kolaboratif antara Pemerintah Kota Kupang dan GMIT, seperti pelatihan UMKM dan digitalisasi ekonomi, serta kegiatan sosial berbasis komunitas. Salah satu yang ia sebut dengan bangga adalah Sunday Market Saboak di Taman Nostalgia, program kolaboratif yang telah memberdayakan lebih dari seratus pelaku UMKM lokal dan menghasilkan perputaran ekonomi mencapai tiga miliar rupiah dalam waktu 18 minggu.
Bagi Serena, program seperti ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi bentuk nyata dari kepemimpinan pelayanan: menciptakan peluang bagi banyak orang untuk tumbuh dan berdaya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
