Melalui pelatihan pembuatan konten, branding digital, hingga pengembangan aplikasi berbasis no-code, peserta memperoleh pemahaman bahwa teknologi dapat digunakan untuk menciptakan nilai ekonomi baru.

Bagi mahasiswa di Nusa Tenggara Timur, wawasan seperti ini memiliki arti yang sangat penting. Selama bertahun-tahun, banyak anak muda di daerah menghadapi keterbatasan akses terhadap pelatihan teknologi mutakhir. Akibatnya, kesenjangan kompetensi digital antara daerah dan kota besar sering kali menjadi hambatan dalam persaingan dunia kerja.

Program yang dijalankan Arleen menjadi salah satu contoh bagaimana kesenjangan tersebut dapat diperkecil melalui pendekatan edukasi yang inklusif. Dengan memanfaatkan fasilitas kampus dan dukungan program studi, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari perkembangan teknologi terkini.

Lebih jauh, pendekatan no-code yang diperkenalkan dalam pelatihan membuka peluang baru bagi mahasiswa nonteknik. Mereka tidak lagi harus menguasai bahasa pemrograman yang kompleks untuk menciptakan produk digital sederhana.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.