Bank Indonesia menilai perkembangan tersebut dipengaruhi oleh dinamika aliran modal asing pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) internasional. Meski pasar global masih dibayangi ketidakpastian, kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia disebut tetap terjaga.

Bagi pemerintah, utang luar negeri masih menjadi salah satu instrumen penting untuk menopang pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, penggunaannya diklaim dilakukan secara terukur dan diarahkan untuk sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.

Sebagian besar ULN pemerintah digunakan untuk mendukung sektor kesehatan dan kegiatan sosial dengan porsi mencapai 22,1 persen dari total utang pemerintah. Selain itu, pembiayaan juga diarahkan ke sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 20,2 persen.

Pemerintah juga mengalokasikan pembiayaan luar negeri untuk sektor pendidikan sebesar 16,2 persen, konstruksi 11,5 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,5 persen. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pembiayaan eksternal masih difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar dan penguatan layanan publik.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.