Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 80,4 persen dari total ULN swasta nasional. Artinya, pembiayaan luar negeri masih banyak digunakan untuk menopang sektor produktif yang memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi domestik.
Dari sisi jatuh tempo, ULN swasta juga masih didominasi utang jangka panjang dengan porsi mencapai 76,6 persen. Struktur ini dinilai membantu mengurangi tekanan risiko pembiayaan dalam jangka pendek.
Bank Indonesia menegaskan bahwa secara keseluruhan kondisi utang luar negeri Indonesia masih tergolong sehat. Salah satu indikatornya terlihat dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5 persen pada triwulan I 2026, dari sebelumnya 30 persen pada akhir 2025.
Penurunan rasio tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional masih mampu menopang beban utang luar negeri secara proporsional. Selain itu, dominasi utang jangka panjang yang mencapai 85,4 persen dari total ULN juga memperkuat ketahanan struktur pembiayaan eksternal Indonesia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
