Dari sisi tenor, struktur utang pemerintah dinilai relatif aman karena hampir seluruhnya merupakan utang jangka panjang. Pangsa utang jangka panjang bahkan mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah, sehingga risiko tekanan pembayaran jangka pendek dinilai lebih terkendali.

Sementara itu, utang luar negeri sektor swasta justru mengalami penurunan. Pada triwulan I 2026, posisi ULN swasta tercatat sebesar 191,4 miliar dolar AS, turun dibandingkan triwulan IV 2025 yang mencapai 194,2 miliar dolar AS.

Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi sebesar 1,8 persen. Penurunan terjadi baik pada kelompok lembaga keuangan maupun perusahaan nonkeuangan.

Utang luar negeri lembaga keuangan tercatat mengalami kontraksi sebesar 3,6 persen, sedangkan perusahaan nonkeuangan turun 1,3 persen secara tahunan. Kondisi ini mengindikasikan sektor swasta mulai mengurangi eksposur pembiayaan eksternal di tengah tingginya ketidakpastian global dan fluktuasi suku bunga internasional.

Meski menurun, struktur ULN swasta masih terkonsentrasi pada sektor-sektor strategis. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar, disusul jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.