“Kehadiran kami di Malam Puncak PRB 2025 ini adalah bukti bahwa Kabupaten Kupang ingin berjalan seiring dengan visi nasional: membangun masyarakat tangguh bencana. Kami percaya, dengan sinergi pemerintah, masyarakat, dan relawan, setiap daerah, termasuk Kupang, mampu memperkuat sistem ketahanan bencananya,” tegasnya.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa pengalaman menghadapi badai tropis Seroja beberapa tahun lalu menjadi pelajaran berharga bagi Kabupaten Kupang. “Bencana itu mengajarkan kita bahwa pencegahan, kesiapsiagaan, dan solidaritas adalah kunci utama. Dan malam ini, komitmen itu kembali kami teguhkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, mengumumkan capaian Provinsi Jawa Timur yang berhasil menurunkan Indeks Risiko Bencana (IRB) dari 137,88 pada tahun 2019 menjadi 95,75 di tahun 2024. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan relawan mampu membawa perubahan.

Capaian Jawa Timur tersebut diapresiasi oleh Wakil Bupati Kupang. Ia menilai keberhasilan Jatim bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain, termasuk Kupang, untuk terus memperkuat tata kelola bencana. “Kami belajar dari Jawa Timur bahwa penurunan risiko bencana bukan sesuatu yang mustahil. Kuncinya ada pada komitmen, kedisiplinan, dan partisipasi semua elemen masyarakat,” ujarnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.