“Budaya adalah jati diri, adalah akar, adalah identitas yang membentuk siapa kita sebenarnya. Budaya yang kaya akan nilai-nilai adat, bahasa, tarian, musik, pakaian tradisional dan kearifan lokal perlu terus dikenalkan kepada anak-anak kita. Bukan sekadar untuk dikenang, tapi untuk dihidupkan, dicintai, dan dilindungi dari kepunahan,” tegas Yosef Lede di hadapan ratusan peserta dan undangan.

Tema festival tahun ini, “Mengenal, Mencintai, dan Melindungi Budaya Amfoang”, dinilai sangat relevan dalam konteks perubahan zaman yang kian cepat dan seragam. Dengan penuh antusias, Bupati menyampaikan bahwa festival ini adalah bentuk nyata dari investasi jangka panjang yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan karakter dan jiwa budaya generasi muda.

Festival sebagai Panggung Ekspresi Anak

Festival Budaya Anak Amfoang kali ini bukan sekadar ajang seremonial. Anak-anak dari berbagai PPA tampil percaya diri menarikan Bonet, memperagakan permainan tradisional Amfoang, dan menyampaikan pesan-pesan budaya melalui puisi dan lagu. Tak hanya itu, ada juga edukasi tentang makanan bergizi—sebuah sinergi antara pelestarian budaya dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.