Bupati Yosef Lede mengapresiasi inisiatif para pendamping dan pengelola PPA yang telah bekerja keras mempersiapkan anak-anak untuk tampil dan belajar dalam suasana yang menyenangkan. Ia menyebut bahwa festival ini memberikan ruang luas bagi anak-anak untuk menunjukkan talenta, kemampuan, dan kecintaan terhadap budaya.
“Berikan ruang yang seluas-luasnya untuk anak-anak. Jangan hanya satu dua anak tampil lalu sisanya seremonial. Kita tidak akan bisa menemukan bakat dan talenta anak-anak jika mereka tidak diberi kesempatan. Biarkan mereka berbaur, tampil, mengenal satu sama lain, dan mencintai asal-usulnya,” ujar Bupati dengan nada serius namun penuh kasih.
Kegiatan ini juga menampilkan edukasi gizi dengan memperkenalkan makanan sehat lokal kepada anak-anak. Bupati menyatakan bahwa pembangunan manusia tidak bisa dilepaskan dari kesehatan dan ketahanan gizi sejak dini. Hal ini menurutnya sejalan dengan misi menuju Kabupaten Kupang Emas, yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.
Selain itu, permainan tradisional seperti gasing, galah asin, dan tali-talian kembali diperkenalkan sebagai media pembelajaran nilai-nilai sosial, kerja sama, dan sportivitas. Hal ini menjadi kritik halus terhadap dominasi permainan digital dalam kehidupan anak-anak masa kini.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
