“Permainan tradisional mengajarkan banyak hal yang tidak bisa didapat dari gadget: nilai gotong royong, kerja sama, dan kreativitas. Kita perlu hidupkan kembali ini agar anak-anak tidak kehilangan akar,” katanya.

Dalam momentum ini, Bupati Kupang juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung program-program pelestarian budaya lokal, terutama yang melibatkan anak dan remaja. Untuk mendukung kegiatan Festival Budaya Anak Amfoang ini, Pemkab Kupang melalui Bupati dan Wakil Bupati menyumbangkan Rp10 juta secara simbolis kepada panitia pelaksana.

“Ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah hadir bukan sekadar meresmikan, tapi memberikan dukungan nyata. Karena tidak ada kemajuan tanpa identitas, dan tidak ada masa depan tanpa warisan budaya,” tandasnya.

Yosef Lede menegaskan bahwa pemerintah melihat kegiatan ini sebagai model ideal pelibatan anak-anak dalam proses pembelajaran dan pelestarian budaya, yang perlu direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Kupang.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat Amfoang. Orang tua, guru, dan tokoh masyarakat merasa bangga dan terharu melihat anak-anak mereka tampil dengan percaya diri membawa simbol-simbol budaya yang nyaris terlupakan. Banyak dari mereka berharap festival semacam ini menjadi agenda tahunan tetap yang dikelola dengan lebih besar dan profesional.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.