Dana Desa lahir dengan semangat “negara hadir”. Tapi arah 2026 menunjukkan kecenderungan lain: negara semakin mengatur hingga ke desain ekonomi desa. Ketika koperasi ditentukan, prioritas diseragamkan, dan pilihan desa dipersempit, otonomi desa berpotensi menyusut.
Dalam konteks ini, pengurangan peran BLT dan dorongan Kopdes Merah Putih bukan sekadar soal program. Ini adalah pilihan politik anggaran, siapa yang ditolong sekarang, dan siapa yang diminta menunggu hasil jangka panjang.
Ujian Kebijakan Desa
Dana Desa 2026 adalah ujian serius bagi pemerintah. Jika BLT dikerdilkan tanpa jaring pengaman alternatif yang kuat, warga miskin ekstrem bisa menjadi korban kebijakan transisi. Jika Kopdes Merah Putih dipaksakan tanpa kesiapan lokal, desa kembali menjadi ladang proyek.
Tanpa evaluasi berbasis data dan keberanian mengakui kegagalan masa lalu, Dana Desa berisiko mengulang pola lama: ambisi besar, hasil samar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
