Dalam pemaparannya, Dr. Subhan Purwadinata menilai banyak daerah masih bergantung pada pendekatan konvensional untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), seperti menaikkan pajak dan retribusi. Menurut dia, strategi tersebut tidak lagi cukup untuk menjawab kompleksitas tantangan ekonomi saat ini.
Ia menegaskan bahwa daerah harus mulai berfokus pada penciptaan nilai tambah ekonomi melalui penguatan rantai pasok dan hilirisasi produk unggulan lokal.
Menurutnya, NTT memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, peternakan hingga perikanan. Namun potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat ekonomi maksimal karena sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Daerah perlu membangun rantai nilai yang kuat. Komoditas tidak boleh berhenti pada tahap produksi, tetapi harus diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi kondisi ekonomi NTT, ia menawarkan lima strategi utama untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
