Sebelum acara berbuka puasa dimulai, manajemen juga telah menyerahkan tunjangan hari raya (THR) kepada 14 karyawan Muslim yang sedang menjalankan ibadah Ramadan.
Bagi Jony, langkah tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap keberagaman sekaligus bentuk empati institusional terhadap kebutuhan spiritual pegawai.
Dalam perspektif sosiologis organisasi, kebijakan semacam ini menunjukkan adanya integrasi antara nilai religiusitas dan profesionalitas kerja. Bekerja tidak lagi dipandang sekadar sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab moral terhadap masyarakat.
“Bekerja itu ibadah. Karena itu tetaplah bekerja dengan semangat, sekalipun sedang menjalankan puasa,” ujarnya.
Tradisi Baru dalam Manajemen Perumda
Lebih jauh, Jony berharap kegiatan buka puasa bersama ini tidak berhenti sebagai kegiatan insidental, melainkan berkembang menjadi tradisi organisasi yang berkelanjutan.
Dalam kerangka manajemen kelembagaan, tradisi semacam ini memiliki fungsi penting dalam memperkuat identitas institusi. Tradisi membentuk memori kolektif organisasi dan menciptakan nilai bersama yang diwariskan dari satu generasi pegawai ke generasi berikutnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
