Karena BI memilih mempertahankan suku bunga, dunia usaha masih memiliki ruang memperoleh pembiayaan dengan biaya yang relatif stabil.
Data Juni 2026 menunjukkan pertumbuhan kredit mencapai 12,67 persen (year on year), meningkat dibanding bulan sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang terutama oleh kredit investasi yang melonjak hampir 25 persen, diikuti kredit modal kerja dan kredit konsumsi.
Artinya, dunia usaha masih menunjukkan optimisme untuk melakukan ekspansi meskipun kondisi global sedang bergejolak.
Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap berada dalam kisaran 8–12 persen, didukung likuiditas perbankan yang memadai dan tingginya dana pihak ketiga.
QRIS Menjadi Mesin Baru Pertumbuhan
Jika sektor moneter menjaga stabilitas, maka sistem pembayaran menjadi mesin penggerak aktivitas ekonomi.
Salah satu capaian paling mencolok adalah pertumbuhan transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terus melesat.
Pada triwulan II 2026, volume transaksi QRIS tumbuh lebih dari 100 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
