Langkah tersebut menunjukkan bahwa bank sentral kini memiliki peran yang lebih luas dibanding sekadar menjaga inflasi. BI juga menjadi katalis dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang sehat, inovatif, dan aman.
Di sisi infrastruktur, sistem BI-FAST juga mencatat pertumbuhan signifikan. Volume transaksi meningkat lebih dari 38 persen dengan nilai transaksi mencapai ribuan triliun rupiah pada triwulan II 2026.
Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa digitalisasi pembayaran telah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Prospek Ekonomi 2026–2027
Melihat berbagai indikator tersebut, prospek ekonomi Indonesia hingga 2027 masih relatif positif, meskipun dibayangi ketidakpastian global.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada pada kisaran 4,9–5,7 persen pada 2026, didukung konsumsi domestik, investasi pemerintah, pertumbuhan kredit, serta digitalisasi ekonomi.
Sementara itu, inflasi diyakini tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen sepanjang 2026–2027 melalui sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan pengendalian inflasi pangan.
