Strategi tersebut menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah kini tidak hanya bergantung pada suku bunga, tetapi juga pada kedalaman pasar keuangan dan efisiensi instrumen moneter.

Rupiah Dijaga Lewat Banyak Instrumen

Bank Indonesia menilai stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi prioritas utama.

Pada 21 Juli 2026, rupiah berada di kisaran Rp17.885 per dolar AS, relatif stabil dibandingkan posisi akhir Juni. Untuk mempertahankan kondisi tersebut, BI mengoptimalkan intervensi melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, transaksi spot, dan DNDF di pasar domestik. Selain itu, BI memperluas operasi moneter menggunakan transaksi dalam valuta offshore Chinese Renminbi (CNH) terhadap rupiah sebagai bagian dari pengembangan transaksi mata uang lokal dengan negara mitra.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa strategi mempertahankan nilai tukar tidak lagi hanya mengandalkan cadangan devisa, melainkan juga diversifikasi instrumen dan kerja sama internasional.
Inflasi Masih dalam Jalur Kendali